Tata Surya

tata surya

Menurut Wikipedia, tata surya merupakan suatu kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut dengan matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasi. Sumber lain mengatakan bahwa Tata Surya adalah sekelompok benda langit yang terdiri atas matahari sebagai pusat dan sumber cahaya yang dikelilingi oleh planet-planet beserta satelit-satelitnya, asteroid (planetoid), komet, dan meteor.

Dari pengertian tersebut di atas tata surya merupakan benda-benda yang ada di angkasa yang terdiri atas berbagai bintang, planet, dan beberapa objek asing. Benda yang mendominasi mengisi tata surya yaitu planet itu sendiri. Planet-planet inilah yang mengelilingi matahari sesuai dengan porosnya.

Masih menurut Wikipedia, secara prinsip, Tata Surya terbagi menjadi Matahari, empat planet yang berada pada bagian dalam, sabuk asteroid, dan empat planet bagian luar, sedangkan bagian terluar atau paling luar adalah sabuk kuiper dan juga piringan tersebar. Selanjutnya awan Oort diperkirakan terletak paling jauh sekitar 1.000 kali di luar bagian yang paling luar.

terapi mata

Terbentuknya tata surya jutaan tahun yang silam. Ada beberapa teori yang mendasari terbentuknya suatu tata surya. Berikut ini akan dijabarkan beberapa teri terbentuknya tata surya dari beberapa pakar. Tentu saja beberapa teori ini memiliki dasar dan prinsipnya masing-masing.

1. Teori Nebula atau Teori Kabut

Teori ini ditemukan oleh Immanuel Kant (1749-1827) dan juga Piere Simon de Laplace (1796). Menurut ilmuwan tersebut, matahari dan planet berasal dari sebuah kabut pijar yang berpilin di dalam jagat raya ini. Karena pilinannya itu berupa kabut yang kemudian membentuk bulat seperti bola yang kian membesar, maka bola itu makin mengecil dan makin cepat putarannya.

Akibatnya bentuk bola itu mendekati kutubnya dan melebar pada bagian garis equtornya. Bahkan, sebagian massa dari kabut gas saling menjauh dari gumpalan intinya dan selanjutnya membentuk gelang-gelang dikelilingi bagian utama kabut tersebut. Kemudian gelang-gelang itu pun membentuk gumpalan yang selanjutnya disebut dengan planet-planet dan satelit-satelitnya.

2. Teori Planetesimal

Teori ini dikemukakan oleh ahli geologi pada waktu itu yakni Thomas C. Chamberlin (1843-1928) dan seorang astronom Forest R. Moulton (1872-1952). Kedua pakar tersebut mengatakan bahwa terbentuknya tata surya karena akibat adanya bintang lain yang melintas cukup dekat dengan matahari saat awal pembentukan matahari.

Akibat kedekatan tersebut menyebabkan terjadinya tonjolan yang berada pada permukaan matahari serta bersama proses internal matahari kemudian menarik materi berulang kali dari matahari. Selanjutnya, efek gravitasi bintang berdampak terbentuknya dua lengan spiral yang memanjang dari matahari. Di sisi lain, sebagian besar materi kemudian tertarik kembali. Namun, sebagian lain akan tetap di orbit, kemudian terkondisi mendingin dan memadat, serta menjadi benda-benda yang berukuran kecil yang selanjutnya disebut dengan Planetisimal. Selanjutnya, beberapa yang berukuran besar disebut dengan protoplanet. Objek-objek tersebut bertabrakan dari waktu ke waktu dan kemudian membentuk bulan serta planet-planet. Sedangkan sisa materi lainnya membentuk komet dan asteroid.

3. Teori Pasang Surut Bintang

Teori yang ketiga ini disebut dengan pasang surut yang telah ditemukan oleh 2 orang berasal dari Inggris, yaitu Sir James Jeans (1877-1946) dan Harold Jeffreys (1891). Berdasarkan analisis dan hipotesis mereka, planet dianggap berbentuk karena terjudikan peristiwa mendekatnya bintang lain menuju matahari. Peristiwa yang hampir bertabrakan menyebabkan tertariknya sejumlah besar materi dari matahari dan bintang lain itu oleh gaya pasang surut bersama mereka yang kemudian terkondensasi menjadi planet.

Setelah bintang itu berlalu dengan gaya tarik bintang yang besar pada permukaan matahari, maka terjadi proses pasang surut seperti peristiwa pasang surutnya air laut yang berakibat pada gaya tarik bulan. Selanjutnya, sebagian massa matahari itu membentuk cerutu terputus-putus dan membentuk gumpalan gas di sekitar matahari dengan ukuran yang tidaklah sama, gumpalan itu membeku dan kemudian membentuk planet-planet.

Teori pasang surut bintang menjelaskan bahwa planet-planet di bagian tengah seperti Planet Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus dikategorikan planet raksasa, sedangkan di planet di bagian ujung merupakan planet-planet kecil. Dari teori ini disimpulkan bahwa munculnya kesembilan planet itu dikarenakan adanya pecahan gas dari matahari yang berbentuk cerutu itu makan besarnya planet-planet ini berbeda-beda.

4. Teori Awan Debu

Teori Awan Debu dicetuskan oleh Carl Von Weizsaeker (1940) yang Kemudian Disempurnakan oleh Gerard P Kuiper (1950). Menurut teori ini, tata surya terbentuk dari gumpalan awan gas dan debu. Kemudian gumpalan awan itu mengalami pemampatan. Pada proses pemampatan tersebutlah partikel-partikel debu tertarik ke bagian pusat awan itu yang kemudian membentuk gumpalan bola dan mulai berpilin.

Selanjutnya, membentuk cakram yang tebal di bagian tengah dan tipis di bagian tepinya. Partikel-partikel di bagian tengah cakram itu saling menekan dan menimbulkan panas dan juga berpijar. Pada bagian inilah yang kemudian membentuk matahari. Sementara bagian yang luar berputar dengan sangat cepat sehingga terpecah-pecah menjadi gumpalan yang lebih kecil. Gumpalan-gumpalan kecil ini berpilin pula dan membeku kemudian menjadi planet-planet.

5. Teori Bintang Kembar

Teori bintang kembar di kemukakan oleh Fred Hoyle (1915-2001). Menurutnya, tata surya yang ada di jagad raya ini tak lain berupa dua bintang yang hampir sama ukurannya dan saling berdekatan yang salah satunya meledak meninggalkan serpihan-serpihan kecil. Serpihan itu terperangkap oleh gravitasi bintang yang tidak meledak dan mulai mengelilinginya.

6. Teori Ledakan Dahsyat (The Big Bang)

Teori Big Bang merupakan teori yang cukup banyak diamini oleh sebagian besar orang. Teori ini menyatakan bahwa adanya suatu massa yang sangat besar dan mempunyai berat jenis yang besar pula. Karena ada reaksi inti, maka massa tersebut meledak dengan hebatnya (big bang). Bagian yang berserakan dengan cepat menjauhi pusat ledakan. Namun, setelah berjuta-juta tahun, bagian-bagian yang berserakan tersebut membentuk kelompok-kelompok dengan berat jenis yang lebih rendah. Kelompok-kelompok tersebutlah yang saat ini menjadi galaksi.

355 total views, 2 views today